PDCA

PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act" (Indonesia:Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah iteratif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas
TUGAS PDCA
modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter A. Shewhart, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistis. Belakangan, Deming memodifikasi PDCA menjadi PDSA ("Plan, Do, Study, Act") untuk lebih menggambarkan rekomendasinya.
Mutu pelayanan kebidanan
Mutu adalah kemampuan, kecocokan penggunaan dan gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikan kebutuhan kepuasan. (American Society for Quality Cotrol).
Standart pelayanan
Diukur melalui hasil :
a. Kepuasan pelanggan
à dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman klien
b. Ketepatan pelayanan kesehatan
à sesuai standar dan etika profesi
c. Efisiensi
à menggunakan input dan proses minimal dengan hasil maksimal
d. Efektifitas pelayanan
à sesuai kebutuhan klien
Penilaian Mutu Pelayanan Kebidanan
• Ada beberapa cara penilaian mutu pelayanan kebidanan
1. Berdasar konsep siklus PDCA
à P = Plan
yaitu merencanakan perubahan atau pengujian(bernilai terbaik)
à D = Do
yaitu melaksanakan perubahan atau pengujian (sesuai standar terkini)
à C = Check
yaitu mengamati pengaruh perubahan ( berdasarkan penelitian)
à A = Action
yaitu bertindak berdasarkan apa yang dipelajari
ANALISA PDCA
PLAN :
Merencanakan perbaikan dan pengumpulan data secara berkesinambungan :
– Apa yang diperbaiki
– Siapa yang terlibat
– Kapan dilaksanakan
– Dimana dilaksanakan
– Bagaimana caranya
– Ke arah mana goalnya
DO :
Melaksanakan perubahan berdasarkan rencana yang ditetapkan
– Siapa yang melaksanakan perubahan
– Kapan dilaksanakan perubahan
– Sarana apa saja yang dibutuhkan
– Bagaimana mekanisme pelaksanaan
– Lokasi mana sebagai uji coba
CHECK :
Mengamati pengaruh perubahan
– Apa pelaksanaan telah sesuai rencana
– Apakah proses perubahan perlu perbaikan ditinjau dari klien
– Faktor apa yang mendukung
– Faktor apa yang menghambat
– Perubahan dari sisi mutu pelayanan
ACTION :
Bertindak berdasarkan hasil evaluasi dan lanjutan perbaikan proses
– Melihat hasil dari Check
– Menetapkan mekanisme perubahan
– Menentukan protap terkini
– Menentukan sasaran perubahan
– Advokasi perubahan
– Penilaian berkelanjutan
Cara Melakukan Penilaian Mutu Pelayanan Kebidanan
• Lihat sasaran penilaian
1. Observasi
Dengan mengamati pada saat pelayanan atau uji kompetensi dg model/phantom
2. Wawancara
Dengan diskusi, tanya jawab, cek pemahaman,dsb.
3. Dokumen
Melihat rekam medik, register, buku catatan
PUSKESMAS
- Pusat pengembangan kesehatan masyarakat
- Pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya
- Wewenang dan tanggungjawab atas pemeliharaan kesehatan dalam wilayah kerjanya
JUDUL PENELITIAN
Tingkat Harapan dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas “T” Jombang
LATAR BELAKANG
Untuk menciptakan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas perlu pengetahuan tentang harapan pelanggan.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana harapan dan kepuasan masyarakat terhadap sarana kesehatan di Puskesmas “T”
TUJUAN UMUM
Mengetahui harapan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas |T”
TUJUAN KHUSUS
• Mengetahui harapan dan kepuasan pasien rawat jalan terhadap parameter
• Mengetahui harapan-harapan pasien rawat jalan melalui Open Question
• Rekomendasi peneliti
*Variabel Analisis*
KET
KP : kurang puas
CP : cukup puas
P : puas
PERMASALAHAN YANG ADA PADA PUSKESMAS “T”
ruang periksa KIA sempit
1. ruang rawat inapnya kurang memadai dan perlu ditambah khususnya ruang rawat inap NIFAS
2. kurangnya tenaga kesehatan yang profesional
1) RUANG PERIKSA KIA SEMPIT
• Dari hasil penelitian tiap ruangan → paling bermasalah@
ruangan KIA
• Penyebab:
terbatasnya lahan yang disediakan untuk pembangunan tempat pelayanan kesehatan dan terlalu banyak pasien sehingga ruangan sangat pengap dan sempit
• Rekomendasi peneliti:
- Ubah kondisi ruang periksa KIA dengan penataan tempat yang lebih nyaman
- Memperluas lahan ruang periksa KIA
2) RUANG RAWAT INAPNYA KURANG MEMADAI DAN PERLU DITAMBAH KHUSUSNYA RUANG RAWAT INAP NIFAS
• Kondisi sekarang : 1 ruangan KIA,1 ruangan UGD ,dan terdapat 2 ruangan rawat inap yang mana ruangaan 1 khusus pasien dewasa dan ruangan 2 khusus pasien anak-anak.
• Penyebab :
-terbatasnya dana untuk pembangunan tempat pelayanan
- Terbatasnya lahan yang disediakan oleh pihak pemerintah
• Rekomendasi peneliti :
- Ajukan tambahan dana pada dinas kesehatan untuk perbaikan tempat pelayanan sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan fasilitas yang memuaskan pada pasien
3) KURANGNYA TENAGA KESEHATAN YANG PROFESIONAL
• Kondisi sekarang: satu dokter spesialis terjadwal dan tidak menetap.
• Penyebab:
- Kurangnya pengetahuan dari tenaga kesehatan dalam segi teori
- Kurangnya pengalaman dalam melakukan tindakan
- Pasien berharap bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan lebih mudah prosedurnya.
• Rekomendasi peneliti:
- Tes penerimaan tenaga kesehatan baru lebih diperketat
- Beri penjelasan kepada pasien bahwa menyediakan tenaga kesehatan yang professional di puskesmas bukanlah suatu hal yang mudah.
(P) perencanaaan dari masalah :
1. Ruang Periksa KIA Sempit
• Merencanakan perubahan ruangan
2. ruang rawat inapnya kurang memadai dan perlu ditambah khususnya ruang rawat inap NIFAS
• merencanakan pengajuan penambahan dana pada dinas kesehatan
3. kurangnya tenaga kesehatan yang profesional
• mengadakan penerimaan tenaga kesehatan baru yang lebih prifesional
(D) DO/Pelaksanaan
1. Ruang Periksa KIA Sempit
• Ubah kondisi ruangan periksa KIA dengan penataan tempat yang nyaman
2. ruang rawat inapnya kurang memadai dan perlu ditambah khususnya ruang rawat inap NIFAS
• ajukan tambahan dana pada dinas kesehatan untuk perbaikan fasilitas pelayanan
3. kurangnya tenaga kesehatan yang profesional
• menerima tenaga kesehatan baru yang lebih berkompeten melalui penyaringan yang lebih ketat
(C) CHECK
1. Ruang Periksa KIA Sempit
• Mengevaluasi kondisi Ruangan apakah sesuai standart pelayanan
2. ruang rawat inapnya kurang memadai dan perlu ditambah khususnya ruang rawat inap NIFAS
• mengevaluasi dana yang di ajukan tepat sasaran atau tidak
3. kurangnya tenaga kesehatan yang profesional
• mengevaluasi apakah tenaga kesehatan mampu berkompeten atau tidak
(A)ACTION
1. Ruang Periksa KIA Sempit
• Apabila kondisi ruangan belum memenuhi Standart maka petugas kesehatan lebih meningkatkan pelayanannya
2. ruang rawat inapnya kurang memadai dan perlu ditambah khususnya ruang rawat inap NIFAS
• Apabila pengajuan dana sudah disetujui untuk Langkah selanjutnya segera dilakukan penambahan ruangan
3. kurangnya tenaga kesehatan yang profesional
• apabila tenaga kesehatan kurang berkompetan bisa diadakan pelatihan dan pembinaan ketrampilan petugas kesehatan
HARAPAN PASIEN melalui PERTNYAAN TERBUKA
Peneliti mengembalikan kepada pihak Puskesmas “T” untuk menindaklanjuti semua masukan di atas melalui diskusi internal sehingga diperoleh solusi yang terbaik bagi pasien dan puskesmas “T”
0 komentar:
Posting Komentar